Download Kitab Kuning

Download Kitab Islam Terjemah Indonesia Dalam Format Ebook (pdf)
Bulughul Maram_Ibnu Hajar Al Atsqolani.PDF

Riyadhus Salihin (buku 1) _ Imam Nawawi.pdf

Riyadhus Salihin (buku2) _ Imam Nawawi.pdf

Fathul Baari jilid 1 _ Ibnu Hajar Al Atsqalani

Fathul Baari jilid 2 _ Ibn Hajar al-Atsqalani

Fathul Baari jilid 3 _ Ibn Hajar al-Atsqalani

al bidayah wan nihayah _ ibnu katstir

Tafsir Ibnu Katsir Juz 1

Tafsir Ibnu Katsir Juz 2

Tafsir Ibnu Katsir Juz 3

Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah

Tajwid

Tajwid2

Buku Fikih Sunnah Sayid Sabiq Jilid 1

Buku Halal dan Haram dalam Islam Dr. Yusuf Qardhawiy

Materi Thaharah 1 – 4

Buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw by Muh. Husain Haikal

Buku La Tahzan (Jangan Bersedih) Dr. Aidh Al-Qarny

Buku Catatan Hati Seorang Istri by Asma Nadia

Buku Mendidik Anak dengan Cinta

Buku Seni Berkomunikasi dengan Anak

Melejitkan Potensi Otak Anak

100 Pesan Nabi untuk Wanita Shalihah

Cincin Pinangan

Nasehat untuk Suami dan Istri

Buku Adab Islamy

20 Fatwa tentang Zakat

Risalah Ramadhan

Ensiklopedi Fatwa

Kamasutra dalam Islam

Buku Al-Ma’tsurat Wazhifah Sughra

Ebook Tazkiyatun Nafs (Menyucikan Jiwa) Karya Said Hawwa

Konsultasi Zakat

Tuntunan Lengkap Pernikahan

Sejarah IPNU IPPNU

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulamayang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNUdidirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada KonbesLP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo),dan Abdul Ghony Farida (Semarang).Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi SegiLima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dariYogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubahkepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNUmeluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003,IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya disekolah dan pesantren.Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananyasyari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.Untuk mewujudkan visi tersebut, IPNU melaksanakan misi: (1) Menghimpun danmembina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi; (2) Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa; (3) Mengusahakan tercapainya tujuan organisasidengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat(maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah; (4) Mengusahakan jalinan komunikasi dankerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.Sebagai salah satu perangkat organisasi NU, IPNU menekankan aktivitasnya pada programkaderisasi, baik pengkaderan formal, informal, maupun non-formal. Di sisi lain, sebagai organisasi pelajar, program IPNU diorientasikan pada pengembangan kapasitas pelajar dan santri, advokasi, penerbitan, dan pengorganisasian pelajar.Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang ditingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia.Disini IPPNU tidak akan lepas dari sejarah IPNU, karena merupakan satu wadah yangsama untuk para pelajar dengan latar belakang NU. Sehingga lahirnya IPPNU pun juga karena para pelajar putri yang tergabung dalam IPNU ingin mempunyai wadah sendiri, yang tidak menjadi satudengan para pelajar putra. Ini bisa dimaklumi, karena pada saat itu sudah mulai muncul konflik gender yang imbasnya juga sampai pada negara kita. Maka para pelajar putri ingin mendapatkan“keistimewaan” yang lebih.

Lahirnya IPPNU
Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putriyang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolanini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU danBanom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akandiadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malangdinamakan IPNU putri.Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955,ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesaneksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang danKediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (MahmudahMawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
•Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
•Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiranIPNU putri.
•Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabangselanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu
Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib
•PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
•Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepadaPB Ma’arif NU.

Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan berbagai peristiwa nasional yang turut mewarnai perjalanan organisasi ini. Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khususorganisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnyatidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX diJombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNUyang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.Selanjutnya, angin segar reformasi telah pula mempengaruhi wacana yang ada dalamIPPNU. Perjalanan organisasi ketika menjadi “putri-putri” dirasa membelenggu langkah IPPNUyang seharusnya menjadi organisasi pelajar di kalangan NU. Keinginan untuk kembali ke basissemula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender. Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongreske XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembalike basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri NahdlatulUlama”.

Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putridengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisamembelenggu gerak organisasi. Namun perlu juga dipahami bahwa akronim “pelajar” lebihdiartikan pada upaya pengayaan proses belajar yang menjadi spirit bagi IPPNU dalam berinteraksidan bersosialisasi dengan seluruh komponen masyarakat Indonesia dengan mengedepankanidealisme dan intelektualisme

Jadwal Pelajaran 2011/2012

Kegiatan DIKLATAMA IPNU-IPPNU Di Cilacap


IPNU-IPPNU Menggelar DIKLATAMA CBP dan KKP

IPNU IPPNU Madrasah Aliyah Ma’arif NU Cimanggu mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama )dan IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Cilacap Menggelar Diklatama untuk Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Kepanduan Putri (KKP). CBP dan KKP sendiri adalah lembaga semi otonom IPNU dan IPPNU yang bergerak dalam Pengkaderan, Kepanduan, Kedisliplinan serta Penguatan Wawasan Kebangsaan dalam Membela Negara. ”Diklatama digelar di Lapangan Lokajaya Lomanis Cilacap, 21-23 Januari 2012 yang diikuti oleh seluruh anggota CBP dan KKP,”

Diklatama CBP-KKP bertujuan untuk membangun kesadaran para pelajar Indonesia, khususnya di internal IPNU-IPPNU, akan tugas berat dalam mempertahankan kelangsungan negara Kesatuan Republlik Indonesia. Di samping itu, Diklatama juga bertujuan secara lebih luas untuk; Membentuk watak dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat; Membangun watak dengan mengembangkan nilai-nilai pengabdian pada kegiatan sosial kemanusiaan; Menambah wawasan tentang kebangsaan; Memahami CBP-KKP; Memahami eksistensi IPNU-IPPNU

IPNU-IPPNU sebagai organisasi yang bergerak dibidang pelajar berusaha untuk membangkitkan kembali kesadaran pelajar tentang arti pentingnya membela dan mempertahankan negara. ”Untuk itu maka dalam Diklatama CBP dan KKP salah satu materinya adalah Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan Ditingkat Pelajar, Pemuda dan Santri. Diklatama sendiri mengambil tema “Membangun Generasi Muda Bangsa Yang Berkualitas dan Memiliki Wawasan Bela Negara Demi NKRI”,”